Awal Mula Mengenal Hattrick
Pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 membawa banyak perubahan dalam kehidupan, termasuk bagi saya pribadi. Di tengah keterbatasan aktivitas, saya diperkenalkan dengan sebuah permainan daring bernama Hattrick oleh teman-teman komunitas tunanetra di Panti. Awalnya, saya meragukan apakah permainan ini dapat diakses oleh penyandang disabilitas netra. Namun ternyata, Hattrick berbasis teks dan angka sehingga sangat ramah bagi pengguna pembaca layar. Dari sinilah kecintaan saya terhadap sepak bola menemukan wadah baru.
Kelahiran Maumere United dan Filosofinya
Pada tanggal 8 Januari 2021, saya resmi membentuk klub pertama saya dengan nama Maumere United.
Filosofi di balik nama tersebut sederhana namun bermakna. Maumere adalah ibu kota Kabupaten Sikka, yang terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saya memilih nama “Maumere United” karena ingin membawa identitas daerah dan semangat masyarakat Flores ke dalam dunia Hattrick. “United” melambangkan persatuan, kebersamaan, dan harapan agar klub ini dapat menjadi kebanggaan bagi orang-orang dari daerah, khususnya bagi teman-teman komunitas tunanetra dan para pecinta sepak bola di Nusa Tenggara Timur.
Pemain yang menjadi legenda pada masa awal pembentukan klub tersebut adalah Sergio Lorente. Ia menjadi saksi perjalanan awal klub yang penuh dengan ketidaktahuan dan kesalahan sebagai seorang manajer pemula.
Masa-Masa Sulit dan Pembelajaran
Pada masa-masa awal, saya melakukan berbagai kesalahan mendasar. Saya membeli pemain dengan usia tidak produktif dan gaji tinggi, tidak memahami manajemen keuangan klub, serta melanggar beberapa regulasi permainan karena kurangnya pemahaman. Akibatnya, tim saya mengalami pemblokiran lebih dari 10 kali.
Setiap kali mengalami pemblokiran, saya tetap berusaha bangkit dengan membentuk tim baru. Semangat untuk terus bermain tidak pernah padam karena kecintaan saya terhadap sepak bola dan terhadap permainan ini.
Era The Legend Of Mofers
Setelah melalui berbagai kegagalan, pada tanggal 19 Maret 2022, saya membentuk tim baru bernama The Legend Of Mofers. Nama tersebut memiliki filosofi untuk melahirkan legenda-legenda baru dari Maumere.
Pada periode ini saya mulai belajar dari pengalaman sebelumnya. Saya menetapkan fokus utama pada pembinaan pemain muda melalui Mofers Academy, yaitu akademi junior milik klub.
Hasil dari kerja keras dan pembelajaran tersebut mulai terlihat. Tim berhasil bertahan di Divisi IV selama beberapa musim dan akhirnya berhasil promosi ke Divisi III. Perjalanan di Divisi III berlangsung sejak Musim 68 hingga Musim 78. Namun, persaingan yang sangat ketat di level tersebut membuat tim akhirnya terdegradasi kembali ke Divisi IV.
Setelah itu, saya memutuskan untuk kembali menggunakan nama awal, yaitu Maumere United, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, identitas daerah, dan semangat awal pembentukan klub.
Proyek Ratusan Miliar untuk Masa Depan
Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga. Saat ini, Maumere United memiliki visi jangka panjang yang jelas, yaitu menembus Divisi II dan Divisi I Legina Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, klub memfokuskan diri pada dua hal utama: pelatihan intensif para pemain dari Mofers Academy dan pengelolaan keuangan secara disiplin.
Berkat konsistensi dalam menabung dan mengelola keuangan selama beberapa musim, saat ini kas klub telah mencapai Rp 300.000.000.000 (Tiga Ratus Miliar Rupiah). Jumlah tersebut bukan untuk dipamerkan, melainkan sebagai persiapan dana untuk proyek jangka panjang klub, seperti perekrutan pemain berkualitas, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan daya saing di level kompetisi yang lebih tinggi. Maumere United berkomitmen untuk terus menabung dan mengumpulkan dana sebanyak mungkin demi mewujudkan visi tersebut.
Lebih dari Sekadar Permainan
Bagi saya, Hattrick bukan sekadar permainan. Hattrick mengajarkan tentang pentingnya disiplin, perencanaan, kepatuhan terhadap peraturan, dan kesabaran. Sebagai penyandang disabilitas netra, saya merasa Hattrick memberikan kesempatan yang setara untuk berkompetisi, karena keberhasilan dalam permainan ini ditentukan oleh strategi dan pemikiran, bukan oleh keterbatasan fisik.
Perjalanan dari seorang manajer pemula yang sering mengalami pemblokiran hingga memiliki klub dengan dana 300 miliar merupakan bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir. Dengan semangat belajar dan kerja keras, setiap tujuan, termasuk menembus Divisi II dan Divisi I Legina Indonesia, dapat dicapai.



