“Bermain sepak bola membutuhkan keberanian, kecerdasan, semangat tinggi, dan sportivitas.”
Kalimat itu bergema di seluruh ruangan. Sejenak suasana menjadi hening sebelum akhirnya disambut gemuruh tepuk tangan dari para jurnalis, pendukung, pemain, dan tamu undangan yang hadir. Mereka tahu, kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan sebuah prinsip yang menjadi dasar lahirnya perubahan besar.
Di atas panggung berdiri seorang pria muda bernama Ivan, seorang kepala dagang dari asosiasi Blue Star, organisasi yang mewadahi para pedagang pemula di seluruh negeri.
Selama beberapa tahun terakhir, ia memiliki satu impian besar, yaitu membangun sebuah klub sepak bola yang mampu bersaing dan berkembang secara profesional.
Lahirnya Putrada
Perjalanan itu dimulai di salah satu kota di Jawa Tengah.
Dengan dukungan finansial dari Blue Star, Ivan mendirikan sebuah klub semi-profesional bernama Putrada, singkatan dari Putra Daerah.
Sesuai namanya, klub tersebut dibangun sebagai tempat berkembangnya talenta-talenta lokal agar memiliki kesempatan berlatih dan bertanding secara lebih serius.
Selama beberapa musim, Ivan terus melakukan berbagai pembenahan.
Di antaranya:
- Merenovasi stadion.
- Membentuk manajemen klub yang profesional.
- Merekrut pelatih berkualitas.
- Membangun identitas klub yang lebih kuat.
Perjalanan tersebut tentu tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan terus datang silih berganti. Namun, semua itu tidak pernah menghentikan tekadnya untuk terus membawa Putrada menuju level yang lebih tinggi.
Lahirnya Suralaya Lodra FC
Setelah tiga musim membangun fondasi klub, perubahan besar akhirnya diumumkan.
Pada 29 Juli 2025, Putrada resmi berganti nama menjadi Suralaya Lodra FC.
Pergantian nama tersebut bukan sekadar perubahan identitas.
Klub juga melakukan berbagai pembaruan, mulai dari:
- Logo klub.
- Warna seragam.
- Filosofi permainan.
- Rencana pembangunan jangka panjang.
- Renovasi stadion.
Seluruh perubahan itu dilakukan untuk menciptakan klub yang lebih kompetitif di masa depan.
“Nama ini bukan sekadar nama baru, tetapi juga mencerminkan semangat, filosofi permainan, dan identitas klub kami.”
— Ivan, konferensi pers 29 Juli 2025.
Ambisi Menembus Divisi Tertinggi
Dalam sesi tanya jawab, seorang jurnalis menanyakan arah baru yang akan ditempuh klub.
Ivan menjawab dengan penuh keyakinan.
Menurutnya, tujuan utama setiap pertandingan adalah kemenangan.
Karena itu, Suralaya Lodra FC akan terus berusaha meraih kemenangan demi kemenangan dengan harapan suatu hari nanti mampu menembus kasta tertinggi kompetisi Hattrick.
Meskipun perjalanan tersebut tidak mudah, Ivan percaya bahwa strategi yang tepat akan membawa klub menuju impian tersebut.
Filosofi: Pertahanan Terbaik Adalah Menyerang
Pertanyaan berikutnya datang mengenai filosofi permainan yang akan diterapkan.
Ivan tersenyum sambil membentangkan sebuah papan taktik berisi rancangan formasi tim.
Di atasnya terlihat formasi dengan lima pemain tengah.
“Pertahanan terbaik adalah menyerang.”
Kalimat itu menjadi inti filosofi baru Suralaya Lodra FC.
Menurut Ivan, sepak bola merupakan permainan strategi. Karena itu, klub memilih membangun identitas sebagai tim yang aktif menekan lawan dan berusaha menguasai jalannya pertandingan.
Strategi menyerang akan menjadi ciri khas yang terus dikembangkan dalam setiap musim.
Semangat Baru untuk Masa Depan
Menjelang berakhirnya konferensi pers, Ivan menyampaikan pesan penutup kepada seluruh pendukung klub.
“Suralaya Lodra FC adalah tim yang membawa semangat kejayaan. Seluruh proses panjang yang kami jalani bertujuan membangun fondasi klub yang kuat untuk masa depan.”
Setelah mengakhiri sambutannya, Ivan turun dari panggung sambil mengangkat tinggi logo baru klub di hadapan para pendukung.
Suasana seketika berubah menjadi lautan sorak-sorai.
Dengan penuh semangat mereka meneriakkan nama baru kebanggaan mereka.
“SULOOOOOOO FC!”
Gemuruh suara para pendukung memenuhi ruangan, menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan Suralaya Lodra FC.
Salam Hattrickers.



